Model-model Pembelajaran

Posted on
karakteristik peserta didik
Gambar via pixabay

Model-model pembelajaran saat ini mengacu pada kurikulum 2013.

Pada prinsipnya, pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah sebagai berikut :

  1. Pembelajaran memfasilitasi peserta didik untuk mencari tahu
  2. Belajar berbasis aneka sumber belajar
  3. Pendekatan proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
  4. Pembelajaran berbasis kompetensi
  5. Pembelajaran terpadu
  6. Pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi
  7. Pembelajaran menuju keterampilan aplikatif
  8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills)
  9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat
  10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)
  11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat
  12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Sasaran pembelajaran dalam menerapkan kurikulum 2013 mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati dan mengamalkan.

Pengetahuan diperoleh melalui melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta.

Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.

Model-model pembelajaran yang selaras dengan prinsip pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 :

1.Pendekatan dan Metode Saintifik

Pendekatan saintifik disebut juga pendekatan berbasis proses keilmuan. Metode saintifik merupakan prosedur atau proses , yakni langkah-langkah sistematis yang perlu dilakukan untuk memperoleh pengetahuan (ilmiah) yang didasarkan pada persepsi inderawi dan melibatkan uji hipotesis serta teori secara terkendali.

Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan intelektual
  2. Membentuk kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik
  3. Memperoleh hasil belajar tinggi
  4. Melatih peserta didik dalam mengkomunikasikan ide-ide. e. mengembangkan karakter peserta didik.

2.Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem – based Learning)

Problem Based Learning (PBM) merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah dalam kehidupan sehari-hari (otentik) yang bersifat terbuka untuk diselesaikan oleh peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan belajar mandiri, membangun dan memperoleh pengetahuan baru.

Prinsip-prinsip PBM :

  1. Penggunaan masalah nyata (otentik)
  2. Berpusat pada peserta didik (student-centered)
  3. Guru berperan sebagai fasilitator
  4. Kolaborasi antarpeserta didik
  5. Sesuai dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta didik untuk secara aktif memperoleh pengetahuannya sendiri.

3.Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based learning)

Project Based Learning (PBL) merupakan kegiatan pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan.

Penekanan PBP terletak pada aktivitas peserta didik yang menghasilkan produk.

Tujuan PBP adalah :

  • Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran
  • Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek
  • Membuat peserta didik lebih aktif dalam menyelesaikan masalah proyek
  • Mengembangkan dan meningkatkan ketrampilan dalam mengelola sumber belajar untuk menyelesaikan proyek
  • meningkatkan kolaborasi peserta didik dalam kelompok

Prinsip-prinsip PBP adalah :

  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik
  2. Tugas projek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema
  3. Tema yang dibelajarkan dikembangkan sesuai KD tertentu atau gabungan beberapa KD
  4. Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan produk nyata
  5. Pembelajaran dirancang dalam pertemuan tatap muka dan tugas mandiri ,mentoring oleh guru

4.Pembelajaran Inquiry / Discovery

Discovery disebut sebagai tindakan menemukan sehingga model pembelajaran ini ada dua proses utama, yaitu :

  • Melibatkan siswa dalam mengajukan atau merumuskan pertanyaan-pertanyaan (to inquire)
  • Siswa menyingkap, menemukan (to discover) jawaban atas pertanyaan mereka melalui serangkaian kegiatan penyelidikan dan sejenisnya.

Tujuan inquiry/discovery :

  1. Siswa mampu merumuskan dan menjawab pertanyaan 5W 1 H (berpikir secara analitik)
  2. Mendorong siswa agar lebih berani dan kreatif berimajinasi.

Untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang diinginkan diperlukan proses mengumpulkan data, mengamati, dan meringkas informasi (khususnya data numerik).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *